Naik Bus Rasa Travel dengan Rosalia



Bulan lalu saya mencoba kembali yang paling saya takuti yaitu naik bus karena ada pengalaman personal yang membuat saya sedikit takut menaikinya sendiri. Berhubung saya akan pergi bersama keluarga ketakutan tersebut sirna.

Saat tiba di pool rosalia dekat Terminal Bungurasih, ternyata kami adalah penumpang terakhir yang sudah ditunggu. Tanpa ba-bi-bu setelah proses check in dan mendaftarkan bagasi, langsung saja kami mencari tempat duduk di lantai 1.

Proses check in bagasi

Ya! Kali ini saya mencoba naik bus tipe double decker. Sebenarnya ini kali kedua saya mencoba naik bus tipe ini setelah sebelumnya mencobanya di Thailand. Tapi bus double decker yang saya naiki kali ini cukup berbeda. 

Perbedaan ini terlihat dari jenis kursi yang dipakai, fasilitas armada bus, lantai saya akan duduk, dan tentu saja rute yang menjadi perbedaan utama karena kali ini saya akan menaikinya di negeri sendiri. Ya meskipun saya menaikinya dengan bus yang mengambil rute tol, jadi pemandangan di sekitar saya adalah sawah, sawah lagi, dan sawah terus. 

Bus berjalan pukul 13.55, lima menit lebih awal dari jadwal perjalanan. Wong saya ndak telat kenapa pramugari bus seakan-akan menyuruh saya bergegas ya. Itu lah kesan saya saat tahu tidak telat namun terasa seperti sudah terlambat 30 menit. 

Di lantai 1 terdapat 8 kursi yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama ada dua kursi yang tertutup tirai jadi benar-benar seperti capsule hotel berjalan kursi mereka ini. Sisanya duduk dengan formasi 2-1. Saya merasa sedang berada di travel bukan bus dengan posisi kursi seperti ini. Sayang sekali saya tidak naik ke lantai 2 karena jiwa keinginantahuan saya tiba-tiba sirna.


kursi di lantai satu yang nyaman banget


Laju yang cukup pelan dapat saya maklumi karena area Terminal Bungurasih di Waru tergolong wilayah perbatasan antara Sidoarjo dan Surabaya yang cukup ramai volume kendaraannya. Beruntung saya berangkat siang hari kalau jadwalnya sore hari bertepatan dengan jam pulang kantor tidak dapat saya bayangkan betapa lelahnya menerobos jalanan.

Sambil melihat pemandangan di luar berupa sawah, saya mencoba meluruskan kaki sambil mencoba tablet yang diperuntukkan sebagai fasilitas hiburan. Sayang sekali di bus tidak disediakan headphone/headset yang membantu penumpang mendengarkan audio dari film yang disediakan di memori tablet. Sebenarnya saya tidak terlalu ingin juga menonton film saat perjalanan kali ini, berhubung ini adalah perjalanan perdana selama pandemi berlangsung, jadi saya memutuskan ingin menikmati perjalanan saya. 



Bus masih berjalan dengan kecepatan yang stagnan di area tol. Hingga akhirnya pukul 17.00 bus tiba di Sragen dan berbelok ke exit tol. Oh mungkin mau ke terminal angkut penumpang, batin saya. 

Ternyata bus masuk ke area rest area dan kami semua disuruh makan. Rest area ini hanya diperuntukkan armada bus kami saja yaitu Rosalia Indah. Area makan terbagi menjadi tiga bagian yang membedakannya adalah jenis kelas sesuai dengan tiket yang dibeli. Baru kali ini saya memasuki area rest area bus yang seperti ini. 

Saya masuk ke area nomor 2. Ada meja besar yang sudah tersaji soto, nasi dan minuman. Berhubung saya sedang tidak makan nasi, akhirnya kuah soto memenuhi mangkok. Di sini tersedia juga olahan masakan lain jika ingin menambah namun harus membayar sendiri. 

Waktu makan sekitar satu jam dan saat kembali ke bus, saya sudah ngantuk berat ingin segera memejamkan mata saja. sepertinya hal ini sudah diatur pihak pengelola bus yang memberikan kami selimut di masing-masing kursi. 

Yak, bersiap jadi sleeping beauty sebentar lagi...


kondisi malam di bus

Saya rasa waktu istirahat tidak terganggu  sama sekali dengan belokan tajam atau klakson yang berbunyi kencang. Buktinya saat saya kembali membuka mata, saya terbangun karena suara ngorok penumpang bukan gangguan teknis bus.

Kalau sudah begini mata sulit terpejam lagi. Akhirnya saya mencoba menikmati perjalanan dengan suara dengkuran sebagai backsound

Bus berjalanan melewati Salatiga dan tiba-tiba bus keluar dari tol lagi. Apa bus ingin mencari penumpang lagi? 

Ternyata ini adalah waktunya makan snack. Saya bingung saya sedang berada berwisata rombongan atau bus umum. Lagi-lagi ini pengalaman pertama saya naik bus dapat snack.

Di rest area kedua ini, tempat duduknya lebih banyak dan kamar mandinya lebih bersih. Ada pula musholla yang luas. Di sini saya akhirnya dapat mengisi karbohidrat dengan suguhan snack yang dihidangkan yaitu.... Teh hangat yang dihidangkan menjadi pelengkap cemilan malam.

Rest Area Rosalia Indah di Salatiga

Snack favoritt, gethuk!



Sekitar 45 menit berada di rest area, melalui pengumuman pengeras suara kami disuruh kembali ke bus. Perut yang penuh dan hangat karena teh membuat saya ingin kembali terlelap. Namun lagi-lagi suara dengkuran penumpang membuyarkan cita-cita terbesar saya di bus ini. Akhirnya saya menikmati perjalanan dengan keadaan sekeliling yang gelap gulita dan diiringi dengan dengkuran yang makin lama makin terasa khidmat.

Bus yang saya naiki


Comments

  1. Aku malah pengen banget naik bus macam ini. Kepikiran pas jalan jauh.

    ReplyDelete

Post a Comment

back to top