Menapaki Kaki Gunung Tertinggi Pulau Timor

Fatumnasi dan Hutan Bonsai adalah tujuan perjalanan saya kali ini di hari kedua di tanah Kupang. Sebelumnya saya memang sengaja tidak mencari informasi tujuan wisata pada itinerary yang telah dibagi supaya liburan saya makin memberi kejutan-kejutan tanpa saya sangka sebelumnya, waktu itu saya berp…

Selamat Pagi Blogger Camp ID

Sekitar pukul 3 pagi saya terbangun dari tenda 3, mengambil sweater dan segera memakainya. Dingin pagi yang begitu menusuk badan membuat saya harus lebih merapatkan jaket dan baju penghangat lain.
Sekitar dua jam kemudian saya kembali terbangun, dari atas tenda matahari sudah terbit tinggi dan sua…

Pizza Italia di Novotel Surabaya: Delizioso !

“ Pizza yang ada di salah satu kedai ternama itu termasuk pizza yang sudah terpengaruh dengan Amerika, kalau ini masih ala Pizza Italia.” Chef Faliq





Sabtu siang cuaca Kota Surabaya begitu terik, matahari tepat berada di atas ubun-ubun. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat dan semangat kami, pa…

Tentang Cara Menikmati Suatu Tempat

"Terkadang kita tidak bisa menyampaikan dengan kata – kata tentang suatu tempat hanya kita saja yang bisa merasakannya saat di dalamnya."


Saat menuliskan tulisan ini, kalimat dari teman saya tersebut selalu terngiang-ngiang di otak saya. Tentang cara menikmati suatu tempat.
Beberapa minggu …

Kapan ke Kakaban?

Berawal dari sebuah bab di buku yang saya baca saat duduk di bangku SMA, sebuah kepulauan di Kalimantan menjadi destinasi impian liburan saya. Cerita yang dikemas apik oleh salah satu penulis perjalanan kawakan di Indonesia, Mbak Trinity, membuat saya yang waktu itu masih sangat awam dengan dunia …

Mengenang Namira

 Hotel Namira Syariah Sumber: http://www.namirasyariah.com/

Sore itu langit Kota Pekalongan sedikit berawan. Bus mini yang membawa kami, rombongan Famtrip Jateng terasa memelankan lajunya. Kepala saya menengok ke arah luar jendela di sebelah kanan saya, Oh, begini ya Kota Pekalongan.

Tak lama bus yang kami tumpangi berhenti tepat di depan sebuah bangunan tinggi di samping jalan utama yang kami lewati. Mbak Atrik pun segera berkata,” Sudah sampai di hotel ayo turun.”

Secara bergantian kami pun mengambil barang-barang pribadi di dalam bus dan segera berjalan keluar menuju hotel.

Saya yang waktu itu secara acak terpilih untuk tingal satu kamar dengan Mbak Dedew langsung masuk ke dalam hotel dan menunggu kunci kamar dibagikan. Sebenarnya saya belum terlalu mengenal Mbak Dedew dan belum mengetahui kalau Mbak Dedew ini adalah seorang penulis dan blogger hits Semarang (duh maafkan ya mbak haha :v)

Karpet di hotel

Kehangatan Empat Cangkir Teh

Sebuah bangunan dengan gaya modern menarik perhatian saya sejak pertama kali menginjakkan kaki di kebun teh yang berlokasi di Kabupaten Malang ini. Bukan gaya bangunannya tetapi tulisan Tea House yang telihat mencolok dengan warna hijaunya yang kontras dengan cat dinding bangunan tersebut. 
Setela…
back to top